Bagi Sukri Pasaribu (90) dan Musraini Siagian (60), Kamis (9/4) kemarin adalah hari paling membahagiakan. Kakek nenek asal Sibolga ini mengucap janji sehidup semati. Ratusan orang menyaksikan prosesi itu.
Layaknya pernikahan, Sukri dan Musraini mengenakan pakaian pengantin. Sukri mengenakan peci, kemeja putih bergaris hitam, dan celana berwarna gelap. Sedangkan Musraini mengenakan gaun pengantin warna merah muda dan jilbab warna senada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai ijab kabul, Sukri dan Musraini menerima buku nikah. Keduanya tersenyum dan tersipu malu. Dari atas perahu, mereka melambaikan tangan ke ratusan warga. Perahu berkeliling mengitari laut Sibolga.
Sukri dan Musraini sudah memiliki anak cucu. Keduanya ditinggal meninggal pasangan masing-masing. Setahun terakhir, mereka hidup bersama tanpa ikatan jelas di sebuah gubuk.
Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori yang hadir dalam pernikahan itu, mengatakan Sukri dan Musraini sepakat tetap hidup bersama. "Maka itu, kita dukung mereka menikah," kata Jamil.
Usai pernikahan, Sukri dan Musraini diarak ke rumah baru mereka. Bukan di gubuk, melainkan rusun sewa (rusunawa) Sibolga. Oleh pemerintah daerah setempat, pengantin baru berusia senja itu diizinkan tinggal di tempat tersebut.
(try/nrl)











































