Kapolres Cilacap, AKBP Ulung Sampurna Jaya menyampaikan pihaknya sudah mendatangi Selok Jero yang letaknya berada di ujung barat pulau Nusakambangan atau sekitar 4 jam perjalanan dari Cilacap dengan menggunakan perahu. Di sana terdapat sebuah pesantren dan masjid didalam hutan Pulau Nusakambangan yang statusnya ilegal.
"Mereka sudah membangun masjid dan rumah-rumah menginap. Masjidnya bernama Masjid Jami Al-Muwahidin," kata dia, Kamis (9/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Selok Jero, Kapolres juga mengaku bertemu langsung dengan Ustad Abu Tohari yang merupakan pimpinan di masjid tersebut. Kapolres juga menekankan kepada Abu Tohari jika polisi tidak akan membiarkan jika memang kelompoknya ada yang terlibat dengan ISIS.
"Sejauh ini tidak menemukan adanya kelompok ini yang mengadakan sebuah latihan bersenjata seperti isu-isu yang berkembang selama ini," jelasnya.
Sementara itu menurut Sekertaris Pimpinan Nahdatul Ulama Kabupaten Cilacap, Hazam Bisri, kelompok garis keras ditengarai tumbuh subur di kawasan Nusakambangan dan sekitarnya. Ada kaderisasi yang berlangsung.
"Ada kaderisasi yang rapih di sana dan dilakukan di beberapa titik," tutur Hazam.
(arb/ndr)











































