Konsultasi Dukun Sebelum Curi Mobil, Kelompok 'Api-api' Selalu Bawa Jimat

Konsultasi Dukun Sebelum Curi Mobil, Kelompok 'Api-api' Selalu Bawa Jimat

- detikNews
Kamis, 09 Apr 2015 16:10 WIB
Konsultasi Dukun Sebelum Curi Mobil, Kelompok Api-api Selalu Bawa Jimat
Jakarta - Komplotan pencurian dengan modus pecah kaca dan gembos ban yang diciduk polisi melakukan 'ritual' sebelum melancarkan aksinya. Mereka bahkan membawa jimat agar lolos dari tangkapan massa atau pun aparat kepolisian.

"Yang memakai baju 'jiimat' ini kaptennya, Tongseng," ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Siswo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Selain baju 'jimat', mereka juga memiliki 4 buah jimat bertulisan arab pada sebuah kain kecil. Menurut Siswo, mereka meyakini 'jimat โ€Žitu dapat menyelamatkan mereka dalam melancarkan aksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya tidak tertangkap massa atau polisi," ucapnya.

Selain memegang jimat, kelompok 'api-api' ini juga selalu berkonsultasi dengan dukun mereka sebelum melakukan aksinya. Dukun tersebut akan memberikan kode semacam petuah untuk lokasi sasaran aksi mereka.

"โ€ŽMereka punya dukun. Kalau dukunnya kasih kode di timur ombaknya kecil, artinya dia boleh main di timur tetapi kemungkinan ketangkepnya kecil atau di selatan ombaknya besar artinya resiko mereka main di selatan besar, tertangkap massa atau apa," jelas Siswo.

Selama berdukun itu, para tersangka meyakini ucapan sang dukun. Entah kebetulan atau tidak, selama 1 tahun beraksi, mereka belum pernah sekalipun tertangkap.

"Kata mereka begitu (pernyataan dukunnya benar). Dukunnya di Bogor," imbuhnya.

Korban Polisi

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan, para tersangka melakukan aksinya di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi dan Depok. Mereka mengaku sudah puluhan kali beraksi dan salah satu korbannya adalah seorang polisi.

"Anggota polisi pernah menjadi korban mereka di wilayah Jagakarsa, Jaksel akhir tahun lalu," ujar Heru.

Dari korban anggota polisi itu, para tersangka mengambil tas korban yang isinya di antaranya sepucuk senjata api revolver. Senjata api tersebut, kini berhasil disita kembali dari para pelaku.

"Senjata apinya belum pernah digunakan, terbukti dari 5 pelurunya yang masih utuh," lanjutnya.

Selain itu, mereka juga pernah melakukan pencurian modus pecah kaca terhadap salah satu staf Kedubes India di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu.

(mei/fjr)


Berita Terkait