SAR Banda Aceh berangkat ke lokasi evakuasi menggunakan kapal RB028. Sampai di sana, tim medis SAR memeriksa kondisi pasien. Melihat kondisi Paulo yang harus dikarantina dan seluruh anggota tim SAR tidak memiliki peralatan untuk mencegah penyakit menular, evakuasi akhirnya dibatalkan.
Tim SAR Banda Aceh menyarankan ABK kapal yang berangkat dari Mozambik menuju Singapura itu untuk dievakuasi ke Malaysia atau Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim medis SAR menyarankan agar ABK tersebut dievakuasi ke Malaysia atau Singapura karena harus dikantina dan penyakit yang dideritanya juga menular," kata Haris kepada wartawan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (9/4/2015).
SAR Banda Aceh akhirnya kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh dan kapal tanker melanjutkan perjalanan. Hingga April 2015, tim SAR sudah empat kali mengevakuasi empat ABK asing ke Banda Aceh. Untuk hari ini, terpaksa dibatalkan karena ABK diduga terjangkit penyakit menular.
"Karena pertimbangan itu makanya kita batalkan," tutup Haris.
(try/try)










































