Seperti diketahui Pemkot Bandung meminta kucuran dana untuk perbaikan infrastruktur serta rangkaian kegiatan KAA kepada pemerintah pusat sebesar Rp 10 miliar.
"Yang turun baru buat pemindahan patung buatan Pak Sunaryo (Dasasila Bandung), nominalnya sekitar ratusan juta. Untuk yang lain belum," ucap pria yang akrab disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (9/4/2015).
Menurut Emil, lamanya dana tersebut cair karena prosedur administrasi di pemerintah pusat cukup panjang.
"Prosedurnya harus diperiksa dulu di inspektorat, ke departemen-depaartemen, persuratan ini itu," terangnya.
Lambatnya pencairan dana tersebut diakui Emil sangat menghambat. Namun Emil mengaku sudah menyiapkan rencana lain jika memang dana bantuan dari pusat tidak cair dalam waktu dekat. Tapi berarti pelaksanaan KAA di Kota Bandung akan digelar secara minimalis.
"Ya menghambat, tapi kita ada Plan A plan B. Ada skenario kalau dana tidak turun. kita ada plan A plan B. Misalnya acara 20 ribu angklung, kalau dana enggak urun, enggak usah pakai kaos, bawa masing-masing saja. Budget makanan bawa sendiri dari rumah," jelasnya.
Dari raut wajah orang nomor satu di Bandung tersebut tersirat kekhawatiran. Emil mengaku sering memikirkan dana tersebut hingga terbawa dalam mimpi.
"Sampe terbawa mimpi. Seharian kerja, pas tidur mimpinya KAA," ungkapnya.
Emil hanya bisa berdoa semoga nanti pada pelaksanaan KAA pada 24 April 2015 mendatang lancar.
"Harapannya Allah memberi kesabaraan kepada kami. Optimisnya (dana akan cair atau tidak) 50-50. Artinya kalaupun sampai enggak cair kita kerjakan cara dengan minimalis," tandasnya.
(avi/ern)











































