Jelang Pilkada Surabaya 9 Desember 2015, Wali Kota incumbent Tri Rismaharini belum tahu bakal diusung siapa. Namun wejangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Risma menjadi sinyal 'kapal' mana yang nanti digunakan dalam Pilkada.
"Ibu Mega sampaikan ke saya, 'urusi rakyatmu, kamu nggak usah urusi partai'. Gitu ibu ke saya. Memang Ibu seperti itu kalau sama saya, sudah urusi rakyatmu," kata Risma di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (9/4/2015).
Diminta ketegasannya soal pesan Mega, Risma kembali mengulang petuah mantan Presiden RI tersebut. Risma diminta fokus saja menjalankan tugasnya sebagai wali kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada tiga parpol yang membuka kemungkinan mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Tiga partai itu adalah PDIP, PD, dan Partai Gerindra.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bicara gamblang bahwa partainya akan mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Sekalipun harus bersama-sama PDIP yang notabene jadi lawan di Pilpres 2014 silam.
"Kami berharap Bu Risma masih punya semangat dan cita-cita membangun Surabaya, salah satu wali kota terbaik dan Gerindra siap mengusung beliau," kata Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, Rabu (8/4) lalu.
Selain Gerindra, ada Partai Demokrat yang membuka peluang bakal mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Apalagi PD belum punya calon kuat.
Pada 2010 lalu Risma menjadi Wali Kota Surabaya setelah diusung oleh PDIP. Kini setelah banyak parpol meminang Risma, PDIP pun kembali membuka peluang mengusung Risma.
"Bagi kepala daerah yang dinilai berhasil akan dicalonkan kembali. Arahan Bu Mega bagaimana kota Surabaya ke depan, sesuai kebijakan internal partai akan mendorong, pasti dicalonkan kembali," ujar Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
(mok/van)











































