6 Perkelahian Anggota Parlemen Dunia yang Memalukan

6 Perkelahian Anggota Parlemen Dunia yang Memalukan

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 09 Apr 2015 13:05 WIB
6 Perkelahian Anggota Parlemen Dunia yang Memalukan
Reuters
Jakarta -

Perdebatan di parlemen kadang bisa berujung dengan kekerasan. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Para wakil rakyat yang seharusnya menjaga kehormatan, malah merusaknya dengan perkelahian.

Peristiwa keributan antar anggota Dewan pernah terjadi di Turki, Ukraina, Kenya, hingga Nepal. Ada yang adu jotos antar kelompok, namun ada juga yang satu lawan satu. Barang-barang di ruang sidang seperti kursi kadang melayang. Tak sedikit juga yang sampai terluka.

Di Indonesia, peristiwa kekerasan di DPR sudah beberapa kali terjadi. Yang terakhir adalah insiden keributan antara politisi PPP Mustofa Assegaf dan Politisi PD Mulyadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa peristiwa perkelahian anggota Dewan yang memalukan seperti dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Kamis (9/4/2015).

Oposisi vs Pendukung Pemerintah di Turki

Reuters

Pada 20 Februari 2015, terjadi kericuhan di kantor parlemen Turki. Anggota Partai pendukung pemerintah berkelahi dengan sejumlah anggota partai oposisi.

Pemicunya adalah soal rencana penerbitan undang-undang yang memberi kewenangan lebih pada polisi untuk menghadapi pendemo. Kedua kubu terus berdebat dan tak kunjung menemukan kata sepakat.

Suasana panas membuat para anggota Dewan itu saling baku hantam. Sebagian ada yang dorong-dorongan saja. Namun peristiwa ini tak berlangsung lama.

Beberapa hari sebelumnya, para anggota parlemen itu juga terlibat perkelahian. Ada lima orang yang terluka.

Keributan di Parlemen Afrika Selatan

mg.co.za
Presiden Afsel Jacob Zuma pada 12 Februari 2015 lalu sedang memberikan pidato di gedung parlemen. Namun tiba-tiba, acara itu dihentikan karena ada dua anggota EFF Julius Malema dan Floyd Shivambu yang diusir ke luar ruangan karena dianggap membuat ricuh.

Dua anggota parlemen tersebut menginterupsi pidato Zuma terkait masalah anggaran keamanan. Namun aksi mereka langsung 'dibungkam' oleh pihak keamanan.

"Saya meminta petugas keamanan parleman untuk membawa keluar dua anggota yang terhormat," ujar juru bicara pemerintah Baleka Mbete.

Saat proses pengeluaran keduanya, terjadi kericuhan. Muncul aksi dorong-dorongan dan teriakan. Dua anggota parlemen itu menolak dikeluarkan. Suasana pun menjadi kacau.

Lempar Kursi di Nepal

ABC
Para politisi dari partai oposisi melempar kursi ke arah pemimpin rapat parlemen. Mereka menolak draf perubahan konstitusi yang diusulkan pemerintah.

Dari video yang dilansir media-media setempat, terlihat adegan yang miris tersebut. Tak lama setelah pembicara menutup acara, para anggota parlemen berhamburan ke depan. Mereka menyerang si pembicara hingga dia terdorong dan jatuh dari panggung.

Setelah itu, kekacauan pun tak terhindarkan. Aksi saling lempar kursi hingga adu jotos terlihat di berbagai sisi. Peristiwa ini berlangsung sampai 15 menit.

Adu Jotos di Kenya

Telegraph
Peristiwa ini terjadi pada Desember 2014. Kala itu, parlemen Kenya sedang membahas undang-undang terkait keamanan. Pihak oposisi yang minoritas mengajukan keberatan, namun tidak digubris.

Beberapa saat sebelum palu diketuk, ada anggota parlemen yang meringsek ke pimpinan. Dia mengambil kertas-kertas, lalu merobeknya.

Insiden kemudian berlanjut di balkon. Kali ini para anggota parlemen yang berseberangan pandangan saling adu jotos. Ada yang sampai terjatuh hingga celananya robek.

Adu Jotos di Indonesia

Dua anggota DPR Mustofa Assegaf dan Mulyadi terlibat keributan. Versi Mulyadi, dia dipukuli, namun versi Mustofa, mereka berdua saling dorong.

Mulyadi menjelaskan, dia dipukul tiga kali saat keluar dari ruangan. Bahkan aksi itu sampai membuat kacamatanya pecah. "Saya sebenarnya bisa mukul dia, tapi nanti jadinya posisinya sama, jadinya perkelahian. Kalau begini kan jadi penganiayaan," lanjut Mulyadi.

Berbeda dengan Mulyadi yang berani buka-bukaan soal peristiwa itu, hingga saat ini Mustofa Assegaf seolah menjauh dari media dan belum memberi penjelasan. Pimpinan Fraksi PPP pun sulit menghubungi Mustofa hingga saat ini.

Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR Arsul Sani menuturkan bahwa Mustofa sudah sempat bicara ke salah satu pimpinan F-PPP. Dari kronologi yang diceritakan Mustofa, ada perbedaan versi dengan yang dituturkan Mulyadi.

"Ada perbedaan versi. Kalau menurut Mustofa, kejadian kontak fisiknya yang terjadi adalah saling pegang kerah. Karena saling dorong mendorong, lalu ada pukulan," ucap Arsul saat dihubungi, Kamis (9/4/2015).

Versi mana yang benar, Arsul menyerahkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan untuk penyelidikan. Menurut anggota Komisi III DPR ini, ada kebenaran pula dari versi Mustofa.

2 Anggota Parlemen Ukraina

Peristiwa ini terjadi pada 12 februari 2015 lalu. Dua anggota parlemen Ukraina, Yegor Sobolev dari partai “Samopomochi” dan Vadim Ivchenko dari partai “Fatherland” berkelahi di lorong gedung parlemen.

Pertarungan keduanya berlangsung selama hampir dua menit. Mereka saling melepaskan pukulan dan tendangan. Sempat ada yang berusaha melerai, namun tidak berdaya. Hingga akhirnya datang petugas keamanan berseragam. Yang lain, malah sibuk mengabadikan momen ini lewat telepon genggam. Sobolev terlihat mengalami luka di bagian hidung.

Keributan ini dipicu oleh perdebatan keduanya soal aturan tindak pidana korupsi. Mereka sempat berdebat di ruangan, lalu ternyata berlanjut di lorong.

Keduanya dihukum oleh badan kehormatan parlemen Ukraina.
Halaman 2 dari 7
(mad/nrl)


Berita Terkait