Kedua korban yang dirawat di ICU itu bernama Asep (51) dan Suro (50). Kabag Penum Divisi Humas βPolri Kombes Pol Rikwanto berkata, Suro rencananya akan dioperasi hari ini untuk mengambil sejumlah paku yang bersarang di tubuhnya akibat ledakan.
"S (50) yang luka di wajah dan kerusakan di mata, tangan dan kaki. Observasi di perawatan ICU," kata Kepala Bagian Pelayanan dan Perawatan Medis RS Polri Komisaris Besar Yayok Witarto di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"F (31) alami luka bakar kaki kiri, kondisi relatif baik. Amir (62) luka di tangan, kondisi sudah membaik. Sekarang di ruang perawatan biasa," sebutnya.
Dijelaskan Yayok, RS Polri sudah melakukan beberapa tindakan medis untuk empat orang ini. Tindakan medis itu antara lain pemeriksaan elektro, laboratorium, pemeriksaan torak, dan computerized tomography (CT) scan. Selain itu, ada tim dokter spesialis yang dilibatkan dalam perawatan empat korban ini.
"Ada 12 dokter spesialis yang dilibatkan dalam observasi 4 korban. Ada dokter bedah umum, dokter bedah plastik, urologi, ortopedi, penyakit dalam, dan seterusnya," tuturnya.
Untuk melengkapi observasi, lanjut Yayok, dokter psikiater juga disiapkan. Secara keseluruhan, dua korban yang di ICU masih perlu perawatan intensif.
"Yang di ICU masih berat, belum dapat komunikasi, sangat terbatas. Sejak dipindahkan dari RS Pelni, ada luka parah pada wajah, termasuk seperihan di wajah dan badan," katanya.
Dari pantauan, dua korban yang dirawat di ruangan biasa berada di perawatan ruang Cendrawasih. Saat ini, ruangan tersebut dijaga empat petugas kepolisian lengkap dengan senjata laras panjang.
(hat/bar)











































