"Kalau melihat dalam sarana dan prasarana kita belum siap, karena idealnya UN CBT dilakukan satu siswa satu CPU, tapi saat ini rasionya 1 banding 3," ujar Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Bekasi, Latief Nurmala saat berbincang dengan detikcom, Kamis (9/4/2015).
Meski secara sarana dan prasarana belum siap, Latief menuturkan siswa di Bekasi sebenarnya mampu menghadapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana pelaksanaan UN CBT di Kota Bekasi sendiri baru bisa dilaksanakan di SMAN 5 dan SMK 1 Yadika. Sementara sisanya masih melaksanakan UN berbasis kertas.
"Untuk UN konvensional dilakukan 224 Sekolah mulai dari SMA, SMK dan MA. Sedangkan pemilihan sekolah UN berbasis komputer sendiri ditunjuk dari pusat dengan melihat kesiapan sarana dan prasarana di sekolah tersebut," imbuhnya.
Latief sendiri meyakini pelaksanaan UN berbasis komputer di Bekasi bisa dilakukan. Setidaknya dalam jangka dua tahun seluruh sekolah di Bekasi telah memiliki komputer.
"Minimal 2 tahun sebelumnya sehingga kita bisa menyiapkan anggaran untuk dilakukan pengadaan komputer," tuturnya.
Kendati hanya baru dua sekolah, Latief meyakini kalau hal itu tidak ada masalah dalam pelaksanaan.
"Sejauh ini mulai dari try out semua tidak ada masalahnya. Sebagai antisipasi kita sudah berkirim surat ke PLN untuk tidak dilakukan pemakaman bergilir pada tanggal pelaksnaannya," tandasnya.
(edo/nwk)











































