Mega Serukan Revolusi Mental: Yang Merintangi Harus Disingkirkan

Mega Serukan Revolusi Mental: Yang Merintangi Harus Disingkirkan

Moksa Hutasoit - detikNews
Kamis, 09 Apr 2015 10:53 WIB
Jakarta - Dalam pidato pembukaan Kongres IV PDIP di Sanur, Bali, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung soal semangatnya mewujudkan revolusi mental. Bagi Mega, revolusi mental adalah harga mati dam siapa yang merintangi harus disingkirkan.

"Gagasan revolusi mental pertama kali disampaikan pidato kenegaraan Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1957. Beliau saat itu mencanangkan berkibarnya panji revolusi mental. Nation building membutuhkan bantuan revolusi karena itu adakanlah revolusi mental," seru Mega dalam pidato politik pembukaan kongres PDIP di Hotel Inna Beach Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015).

Megawati menyerukan saat ini Indonesia harus memasuki hidup baru. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan revolusi mental, diawali dari revolusi mental para pemimpinnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memerlukan pemimpin yang harus melakukan revolusi mental pada dirinya sendiri. Revolusi mental pemimpin haruslah dapat menggelorakan gerakan hidup baru," tegas Mega disambut tepuk tangan ribuan peserta kongres PDIP yang berseragam merah ini.

Dengan dasar revolusi mental, imbuh Mega, Indonesia bisa dibangun menjadi bangsa yang besar dan berdiri di atas kaki sendiri. Rakyat yang termanifestasikan dalam wajah petani, buruh, nelayan, dan lainnya tau yang disebut Mega sebagai wong cilik dapat merasakan kesejahteraan.

Bagi Mega, revolusi mental tak bisa ditawar. "Revolusi mental adalah cara berpikir. Yang merintangi kemajuan wajib disingkirkan," pungkas Mega yang mengenakan baju merah-hitam ini.

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini