Jakarta - Sejumlah sekolah di DKI Jakarta dilaporkan masih menunggak pembayaran telepon, air, listrik dan internet (TALI). Agar tidak mengganggu jalannya UN berbasis komputer yang akan dilakukan bulan ini, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono meminta Dinas Pendidikan DKI mengecek sekolah-sekolah di Ibu Kota agar segera mengajukan surat permohonan untuk kebutuhan pembayaran TALI.
Menanggapi hal itu, Kadisdik DKI Arie Budhiman memastikan dinasnya sudah mengajukan anggaran tersebut untuk dicairkan terlebih dulu kepada BPKAD. Sehingga, dia optimis PLN tidak akan sembarang memutus aliran listrik saat ujian berlangsung.
"Kalau soal CBT UN Insya Allah lancar karena Disdik sudah kirim surat ke PLN untuk bantuan jaminan listrik agar tidak mati sewaktu UN CBT berlangsung," kata Arie kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Rabu (8/4/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, sebanyak 121.457 siswa SMA dan sederajat dari 1.159 sekolah di Ibu Kota akan menghadapi UN pada 13-15 April mendatang. Untuk memastikan kelancarannya Heru mengimbau agar semua sekolah yang tersebar di Jakarta untuk memastikan pihaknya sudah melunasi tunggakan listrik ke PLN agar tidak mengganggu jalannya ujian. Sementara itu, Kementerian Pendidikan mendapatkan ada 750 sekolah yang mengajukan diri untuk menguji coba sistem ini namun hanya 585 sekolah yang siap.
"Soal bayar listrik, Disdik sudah mengajukan anggaran TALI yang didahulukan pencairannya sebelum penetapan APBD kepada BPKAD. Tiap tahun DKI telat APBD-nya. Mestinya, BPKAD yang punya kewenangan pencairan anggaran TALI mestinya pro-aktif membayar dong," lanjut mantan Kadis Pariwisata DKI tersebut.
(aws/ahy)