Menteri asal Partai NasDem ini mengaku sering konsolidasi dengan rekan sesama menteri separtainya. Mereka selalu saling mengingatkan dalam hal kinerja.
"Di NasDem, kita konsolidasi terus. Kalau ada kekurangan, kami saling memberi tahu. Misalnya, dengan Ferry (Menteri Agraria Ferry M Baldan). Saya, dan Pak Prasetyo (Jaksa Agung) suka kumpul. Kami suka bahas, 'Presiden ini maunya seperti ini, lho," ungkap Siti di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (8/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti pun sering mendapat feedback dari rekan menteri lainnya. Termasuk menteri dari partai lain.
"Atau saya diberitahu. 'Itu di Kalsel sudah terjadi begini-begitu'," imbuhnya.
Siti sendiri tidak tahu soal pertemuan petinggi KIH di Istana pada Minggu (5/4). Namun dia berpandangan terkait isu reshuffle ini bahwa seorang Presiden yang memiliki suara rakyat berhak bertanya kepada para pembantunya jika ada keluhan dari masyarakat.
"Presiden yang memiliki suara rakyat, atau prinsipal, atau pemegang saham suara rakyat. Lalu dia membuat manajemen organisasi pembantunya, para menteri. Agen dari prinsipal, menteri harus bekerja sesuai dengan target dan sasaran prinsipal. Presiden yang dengar suara rakyat. Kalau ada rakyat yang berteriak maka presiden tanya ke menterinya, mereka ini ngapain saja. Gimana kerjanya? Itu teori terbaru," ungkapnya.
(mpr/aws)











































