Ditanya Soal 'Merebut' Kembali Kantor DPP Golkar, Ical Tertawa

Ditanya Soal 'Merebut' Kembali Kantor DPP Golkar, Ical Tertawa

- detikNews
Kamis, 09 Apr 2015 00:38 WIB
Ditanya Soal Merebut Kembali Kantor DPP Golkar, Ical Tertawa
(Dhani/detikcom)
Jakarta - Perseteruan di tubuh Partai Golkar hingga kini belum menemui titik terang berarti, bahkan sempat terjadi perebutan kantor yang akhirnya 'dimenangkan' kubu Agung Laksono. Lalu apakah ada niat Aburizal Bakrie (Ical) untuk kembali mengambil alih kantor DPP Golkar?

Pria yang akrab disapa Ical itu hanya tertawa ketika disinggung mengenai hal tersebut sembari terus berjalan. Ical mengatakan, pihaknya taat dengan hukum tanpa menjelaskan maksudnya.

"Kita kan taat hukum ya. Sudah ya," kata Ical sembari berlalu menuju ke mobilnya, Rabu (8/4/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Hal tersebut dikatakan Ical usai memimpin pertemuan dengan ketua dan perwakilan DPD I Partai Golkar se-Indonesia di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Hadir pula dalam acara itu ‎Sekjen Golkar Munas Bali Idrus Marham, Yusril Ihza Mahendra, Titiek Soeharto, Tantowi Yahya, dan lainnya.

Saat ini, kantor DPP Golkar yang berada di daerah Slipi, Jakarta Barat memang dikuasai oleh kubu Golkar versi Munas Ancol. Namun hal tersebut tampaknya tak terlalu dirisaukan oleh kubu Ical cs.

Dalam rapat dengan Ketua DPD I Golkar se-Indonesia, Ical mengungkapkan kesolidan Golkar. Selain itu, pihaknya juga membahas mengenai Pilkada 2014 yang hampir dekat.

‎"Ini menunjukkan soliditas dari semua Ketua DPD I yang hadir, seluruh 34 provinsi se-Indonesia hadir, semua katakan solid dan akan terus berjuang bersama DPP sampai putusan pengadilan yang sah," ucap Ical sebelumnya.

"Tadi juga diterangkan proses ‎pencalonan. Ketua Komisi II memberitahukan tentang proses pencalonan dan sebagainya, yang masih tanggal 26 sampai 29 Juli yang akan datang, masih panjang. Masih lama itu (penjaringan untuk Pilkada). Semua sudah ada, itu semua dilakukan oleh daerah. DPP hanya mengesahkan," imbuh mantan Menko Kesra era SBY tersebut.

(dha/aws)


Berita Terkait