Basarnas Tarik Tim SAR Pencari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang Hilang

Basarnas Tarik Tim SAR Pencari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang Hilang

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 22:26 WIB
Basarnas Tarik Tim SAR Pencari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang Hilang
Gunung Sindoro (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)
Temanggung, - Operasi pencarian terhadap Zaenuri Ahmad (20) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Sesuai Standar Operation Procedure (SOP), Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang harus menarik anggota timnya dalam operasi pencarian pendaki yang hilang di Gunung Sindoro itu.

"Khusus tim Basarnas kami tarik dulu malam ini. Walau begitu pencaruan akan terus dilakukan oleh relawan dan warga," Kepala Kantor SAR Semarang, Agus Haryono kepada wartawan di Temanggung, Rabu (8/4/2015) malam.

Agus mengatakan, relawan yang masih melakukan pencarian diantaranya dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) bersama warga masyarakat. Sebab masih banyak relawan yang berada di posko induk Kledung yang masih melakukan pencarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus juga mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Temanggung dan pihak kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sudah berbicara dengan pihak keluarga. Saat bertemu keluarga dirinya menjelaskan bahwa proses pencarian selama hampir seminggu sudah sesuai standar operasional Basarnas.

"Ketika pencarian sudah tujuh hari akan dilakukan evaluasi kalau belum ada tanda-tanda signifikan. Tujuh hari pertama ini kami evaluasi lagi tapi belum dihentikan, meski ada beberapa personil yang ditarik," terangnya.

Menurut dia, saat ini pencarian masih terus berjalan karena banyak sekali anggota tim SAR terutama dari masyarakat dan mapala yang masih diterjunkan. Namun dalam pencarian dalam tahap kedua ini, ada penurunan skala operasi.

"Mulai hari Kamis (9/4/2015) besok, pencarian masuk tahapan kedua, yakni tahapan monitoring dan penurunan skala operasi. Hingga hari ini merupakan pencarian besar-besaran. Sebab pada hari Selasa dan Rabu sedikitnya ada sekitar 200 hingga 300 orang yang diterjunkan, namun hasilnya masih nihil," kata Agus.

Khusus pencarian tahap kedua tim yang telah bekerja selama seminggu ini perlu istirahat. Tim perlu rotasi atau penyegaran sehingga sementara diistirahatkan dulu.

"Tim-tim baru yang sudah siap nanti akan diterjunkan bersama masyarakat. Setiap tim bantuan datang akan diterjunkan dalam pencarian setelah berkoordinasi dengan posko induk," tutup Agus.

(bgs/spt)


Berita Terkait