"Iya masih. Itu radikal. Menurutnya dia paling benar, sementara kita semua ini kafir. Ini harus sama-sama kita cari jalan keluarnya," kata Saud Usman usai rapat dengan Komisi III DPR di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2015).
Dia mengatakan 22 tahanan ini masih terus dicari solusi penanganannya. Namun, sejauh ini masih dilakukan upaya dialog dengan mereka. Misalnya dengan melibatkan tokoh ulama dengan menyesuaikan asal tahanan belajar doktrin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanganan ini diperlukan karena dikhawatirkan para tahanan terorisme ini terus mendoktrin dan merekrut anggota di dalam lapas. Hal ini menurutnya pernah terjadi di Palembang ketika petugas sipil lapas yang terdoktrin kemudian masuk ke kelompok tahanan ini.
"Ya memang sepeti itu. Kalau BNPT sendiri melihatnya banyak. Jadi, ini kita lihat yang pertama di Palembang dulu ada petugas sipil yang masuk dalam kelompok mereka," katanya.
(hat/spt)











































