Pilkada Dikhawatirkan Tingkatkan Peredaran Uang Palsu

Pilkada Dikhawatirkan Tingkatkan Peredaran Uang Palsu

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2005 23:11 WIB
Solo - Bank Indonesia (BI) Cabang Solo melansir data peredaran uang palsu di daerahnya pada tahun 2004 meningkat 54 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan itu diduga terkait dengan pemilu. Dikhawatirkan tahun 2005 ini peredaran uang palsu di Surakarta semakin meningkat seiring dengan digelarnya pilkada.Uang palsu yang dilaporkan ke BI Cabang Solo pada tahun 2004 sebanyak 2.941 lembar dengan angka nominal Rp 173 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan laporan tahun 2003 sebanyak 2.494 lembar senilai Rp 112 juta."Peningkatannya mencapai 54 persen. Pecahan uang palsu yang paling banyak dilaporkan adalah Rp 50 ribu. Laporan temuan uang palsu dari masyarakat rata-rata dua lembar per hari. Paling tinggi terjadi pada bulan November. Pada bulan itu ada Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang meningkat," ujar pimpinan BI Solo, Sutikno, Kamis (10/2/2005).Faktor lain yang diduga memicu peningkatan peredaran uang palsu pada tahun 2004 adalah pelaksanaan pemilu, baik legislatif maupun presiden. Dikhawatirkan, pelaksanaan pilkada di sejumlah daerah akan meningkatkan peredaran uang palsu. Pada tahun 2005 ini, kecuali Kabupaten Karanganyar, seluruh kabupaten dan kota di Surakarta akan menggelar Pilkada. Sutikno mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya praktik peredaran uang palsu dengan berbagai cara. Termasuk, kemungkinan uang palsu digunakan untuk membiayai kegiatan massa dan politik. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads