Peringatan 1 Muharam di Aceh Diisi Ceramah dan Doa Bersama
Kamis, 10 Feb 2005 20:02 WIB
Banda Aceh - Peringatan Tahun Baru Islam 1426 H di Banda Aceh tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada karnaval dan pawai obor keliling, hanya ceramah dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman. Acara itu diikuti sekitar 300 orang. Selain, Wagub NAD Azwar Abubakar, terlihat Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Mantan presiden PKS itu juga menyempatkan diri memberikan ceramah. "Kejadian 26 Desember lalu, hendaknya bisa membuat kita berhijrah diri," ujarnya. Hidayat mengingatkan agar kejadian itu tidak membuat warga NAD larut dalam kesedihan. Ia mentamsilkan Kota Kobe, Jepang yang juga pernah dilanda tsunami. Kini, Kobe menjadi salah satu kota di Jepang yang tumbuh dan berkembang lebih baik dibandingkan kota lainnya. "Dengan tahun baru ini kita dapat hijrah. Kita belum tahu rahasia Allah di balik semua kejadian ini. Dengan tahun baru ini pula, masyarakat Aceh hendaknya punya semangat baru, tekad baru. Sebenarnya dengan musibah ini Tuhan memberi kita teguran dan pelajaran juga pemberdayaan," katanya. Hidayat juga mengimbau agar warga NAD tidak mudah terpancing isu-isu yang menyebutkan air naik. "Seperti malam tadi, usai gempa. Saya mohon kita dapat menggunakan akal pikiran sehat kita," pintanya.
(rif/)











































