2 SSK Brimob Dikirim ke Atambua

2 SSK Brimob Dikirim ke Atambua

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2005 19:04 WIB
Kupang - Untuk memulihkan kembali kondisi keamanan, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengirim 2 SSK Brimob atau sekitar 100 personel ke Kota Atambua, Kabupaten Belu. Tambahan pasukan itu untuk memback up personel TNI yang telah mengambil alih pengamanan pasca kerusuhan Rabu (9/2/2005) lalu. Kapolda NTT Brigjen (Pol) Edward Aritonang di Kupang, Kamis (10/2/2005) mengatakan, situasi keamanan di Atambua sudah normal. Warga sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Kapolda berharap tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Atambua ikut membantu aparat menjaga keamanan untuk menghindari adanya aksi susulan. "Pelaku pencemaran hostia sudah diamankan di Mapolda NTT dan telah dikenakan status tersangka," ujar Aritonang.Sebelumnya, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Inf Moeswarno Moesanip mengatakan, aparat TNI dari Kodim 1605 dan Satuan Tugas Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste di bawah komando Kolonel Artileri Aris Setiabudi mengambil alih tugas pengamanan di Kota Atambua, yang dilanda kerusuhan, sejak Rabu (9/2/2005). Tugas pengamanan ini akan berlangsung selama tiga hari sampai situasi benar-benar kondusif.Sementara di hadapan tim penyidik Polda NTT, Yakob Taneo, tersangka pencemaran hostia mengaku tidak sengaja melakukan tindakan pencemaran terhadap roti suci umat Katolik itu. Ia mengatakan, kehadirannnya di Gereja Katedral Imaculata Atambua untuk mengikuti missa. "Saya ambil hostia tetapi tidak makan. Saya simpan di tangan. Saya ke gereja dengan pacar dan rencananya saya mau masuk agama Katolik," katanya.Kasus pencemaran terhadap hostia dalam missa pertama di Gereja Katedral Atambua tersebut membangkitkan amarah umat sehingga berbuntut pada bentrokan fisik dengan aparat kepolisian setempat. Bentrokan itu berbuntut tindakan anarkis massa yang menghancurkan 3 pos polisi. (rif/)



Berita Terkait