SBY Minta Pengusaha Tak Ambil Untung Rekonstruksi Aceh
Kamis, 10 Feb 2005 17:17 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan semua kalangan tidak berspekulasi mencari keuntungan dari pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut).Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai pengajian menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1426 Hijriah di kediamannya Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Kamis (10/2/2005).Pernyataan SBY menanggapi terjadinya pembelian lahan rakyat di NAD oleh sejumlah kelompok bisnis. Lahan tersebut akan dijual dengan harga jauh lebih mahal kepada pemerintah untuk relokasi pengungsi dan pembangunan NAD."Ini kebangetan. Jangan mencari keuntungan di tengah penderitaan saudara kita," tandas Presiden SBY.Presiden SBY mengajak semua pihak yang mempunyai niat baik untuk memberi saran dan ide bagi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi April mendatang, terutama tokoh masyarakat, agama dan cendikiawan Aceh selaku pihak yang berkompeten."Saya minta saudara di Aceh lebih aktif lagi bersama pemerintah membangun kembali masa depan dengan baik. Pihak yang tidak bertanggung jawab jangan ikut-ikutan," ujarnya.Dikatakan dia, rencana induk pembangunan Aceh bukan hanya pembangunan fisik agar lebih tahan terhadap bencana alam. Pembangunan yang akan dilakukan tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi, faktor sosial dan budaya tanpa meninggalkan ciri khas Aceh."Untuk mencapai itu semua, maka setiap tahapannya harus jelas. Anggarannya jelas dan dikelola secara transparan. Pelaksanaannya tidak boleh mundur satu atau dua tahun," demikian Presiden SBY.
(aan/)











































