Setidaknya ada tiga parpol yang membuka kemungkinan mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Tiga partai itu adalah PDIP, PD, dan Partai Gerindra.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bicara gamblang bahwa partainya akan mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Sekalipun harus bersama-sama PDIP yang notabene jadi lawan di Pilpres 2014 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Gerindra, ada Partai Demokrat yang membuka peluang bakal mengusung Risma di Pilkada Surabaya. Apalagi PD belum punya calon kuat.
Pada 2010 lalu Risma menjadi Wali Kota Surabaya setelah diusung oleh PDIP. Kini setelah banyak parpol meminang Risma, PDIP pun kembali membuka peluang mengusung Risma.
"Bagi kepala daerah yang dinilai berhasil akan dicalonkan kembali. Arahan Bu Mega bagaimana kota Surabaya ke depan, sesuai kebijakan internal partai akan mendorong, pasti dicalonkan kembali," ujar Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Lalu ke mana Risma akan berlabuh, apakah Risma akan menunggang Banteng yang jadi lambang PDIP ataukah terbang bersama Garuda yang melambangkan Gerindra?
Risma sendiri memberi sinyal bakal masih setia kepada PDIP. Risma yang diundang di Kongres PDIP pada 10 April mendatang mengaku akan datang ke Bali.
"Insya Allah datang," kata Risma pada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (6/4/2015).
Namun politik sangat dinamis, apalagi Risma juga belum bicara gamblang bakal berlabuh ke mana.
"Ya nanti dilihat perkembangannya seperti apa. Semua itu merupakan bantuan Tuhan. Dan bantuan itu tidak langsung ke saya, tapi bisa lewat tangan siapa pun, bisa lewat tangan dirimu, dirimu termasuk tangannya Mbak Mega," pungkas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ota Surabaya ini.
(van/nrl)











































