KUAI: Keragaman Indonesia Adalah Keniscayaan

Laporan dari Oudenbosch

KUAI: Keragaman Indonesia Adalah Keniscayaan

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 16:13 WIB
KUAI: Keragaman Indonesia Adalah Keniscayaan
Oudenbosch - Perbedaan, baik dalam hal keyakinan, etnis, budaya, pendapat dan lain-lainnya adalah keniscayaan hidup di alam demokrasi Indonesia saat ini.

Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo pada Perayaan Paskah bersama masyarakat Indonesia di Belanda dan Belgia, Senin (6 April 2015).

"Dalam kaitan jati diri sebuah bangsa, bangsa Indonesia telah mengenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika," ujar KUAI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya KUAI mengatakan bahwa salah satu semangat Paskah adalah semangat cinta kasih, kebersamaan dan persatuan.

"Kita semua sadar pentingnya persatuan, kesatuan, toleransi, kerukunan, kebersamaan dan keingnan untuk saling membantu. Mari kita terus jaga dan terus berbangga dengan semangat dan jati diri bangsa Indonesia,” imbuh KUAI.

Lebih lanjut KUAI mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat Katholik Indonesia di Belanda dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung diplomasi Indonesia di Belanda.

“Masyarakat Indonesia di Belanda, termasuk keluarga besar masyarakat Katholik, telah memainkan peran yang baik dalam mengisi second track diplomacy Indonesia di Belanda," terang KUAI.

Relevan dengan tema Paskah 2015, KUAI mengharapkan agar warga Katolik Indonesia di Belanda ikut 'mewartakan' berbagai perkembangan positif Indonesia, mengenalkan jati diri bangsa Indonesia kepada masyarakat Belanda, serta memperkuat hubungan Indonesia-Belanda dan kedua masyarakatnya.

Perayaan Paskah bertema “Pergi...Wartakanlah” tersebut sebagaimana keterangan pers dari Minister Counsellor Pensosbud Azis Nurwahyudi diikuti oleh lebih dari 1.200 umat Katholik Indonesia di Belanda, Belgia dan Jerman, serta umat Katolik warga negara Belanda.

Perayaan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Keluarga Katholik Indonesia Belanda-Belgia ini berlangsung di Basiliek van de H.H.Agatha en Barbara, kota Oudenbosch, Belanda.

Perayaan didahului dengan Misa Kudus Paskah dipimpin oleh Pastur Marianus di aula utama Basiliek, yang dibangun pada 1865 oleh arsitek kenamaan Belanda pada masa itu Pierre.J.H. Cuypers dan G.J. van Swaay dengan mengadopsi bentuk Basilika St Peters di Roma.

Setelah sambutan KUAI, sambutan perayaan Paskah disampaikan oleh Bernhard de Water dan Ketua Panitia Perayaan Paskah 2015, Steward Pielaat. Acara diakhiri dengan ramah tamah yang juga dihadiri para suster dan pastur Indonesia yang sedang menimba ilmu di Belanda dan Belgia.


(es/es)


Berita Terkait