Kejar Koruptor di LN
SBY Perlu Sentil Singapura
Kamis, 10 Feb 2005 12:20 WIB
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera membuat perjanjian ekstradisi dengan Singapura dalam upaya menangkap koruptor kelas kakap."Tanpa perjanjian ekstradisi tidak akan berhasil. Kalau perlu, Singapura disentil karena selama ini menjadi sarang persembunyian koruptor kelas kakap dari Indonesia," kata Wakil Koordinator ICW Lucky Jane kepada detikcom di Jakarta, Kamis (10/2/2005)."Singapura secara ekonomi kan tidak tergantung dari hasil jarahan koruptor kelas kakap itu. Jadi nggak usah khawatir dan takut mengembalikan uang dan menyerahkan koruptor tersebut ke Indonesia. Ini yang menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab," lanjutnya.Selain hubungan bilateral, menurut Lucky, Presiden SBY perlu membuat lobi-lobi intenasional. "Kalau perjanjian ekstradisi sulit diwujudkan, Presiden SBY dapat melakukan lobi internasional meminta Financial Action Task Force on Money Laundring untuk menegur negara-negara yang melindungi koruptor," demikian Lucky.Presiden SBY direncanakan akan mengadakan kunjungan ke Singapura selama sehari pada Selasa (15/2/2005) mendatang. Dalam kunjungannya, Presiden SBY akan membahas perjanjian ekstradisi dengan Singapura.
(aan/)











































