"Rapimnas kita sekarang selain membicarakan situasi terakhir, juga akan membicarakan Pilkada. Ekspektasi kita agak besar karena ada lebih dari 200 Pilkada, sehingga kita tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Target kita harapkan 40 persen dari jumlah pilkada kita akan menang. Ini makanya kita lakukan pemetaan," kata Muzani.
Hal tersebut diungkap Muzani usai pelantikan pengurus inti Partai Gerindra di Kantor DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Ragunan, Rabu (8/4/2015). Meski begitu, Gerindra tak akan memaksakan untuk mengusung kadernya sebagai calon kepala daerah jika memang belum memiliki kemampuan yang mumpuni.
"Yang penting adalah gimana kader yang tampil memiliki komitmen untuk membangun daerahnya dengan baik. Gerindra kita tidak ingin memaksakan kader-kader yang belum siap," kata Muzani.
Selama ini Gerindra selalu se-iya se-kata bersama partai-partai Koalisi Merah Putih. Dalam Pilkada nanti menurut Muzani akan ada sedikit perbedaan.
"Pilkada saya kira di KMP petanya tidak sama seperti pusat karena ada kepentingan di daerah, agak berbeda. Petanya tidak seperti pusat. Ada perbedaan, ada yang gampang disatukan ada yang tidak. Menyesuaikan," jelas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Hal serupa juga diungkap Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara pelantikan. Itu dikatakannya saat menyapa para petinggi KMP, termasuk Ketum Perindo Hary Tanoe.
"Perindo sekarang Sekutu dan insya Allah selalu sekutu walau di Pilkada bisa bersaing sedikit," ucap Prabowo di lokasi yang sama.
Walaupun akan bersaing saat Pilkada nanti, Prabowo meminta para kadernya untuk selalu solid dengan kader-kader KMP. Ia berharap agar KMP selalu solid dan menjadi sekutu sebagai benteng penjaga kedaulatan NKRI.
"Kalau ada kawan KMP atau sekutu tersentuh seluruh Gerindra tersentuh. Kalau KMP dicubit, semua Gerindra kena. KMP diharapkan oleh rakyat Indonesia seluruhnya. KMP adlh benteng terakhir kedaulatan bangsa," tutupnya.
(ear/trq)











































