Sejak awal berdirinya Gerindra tahun 2008, Prabowo Subianto sebenarnya hanya memegang jabatan Ketua Dewan Pembina. Eks Danjen Kopassus ini menunjuk almarhum Suhardi, seorang profesor di bidang pertanian, sebagai ketum. Namun sepeninggal Suhardi, Prabowo diminta kader Gerindra juga memegang jabatan ketum.
Jabatan ketum tersebut awalnya hanya akan dipegang sementara, sembari menunggu munculnya pengganti. Namun kader Gerindra mendesak Prabowo terus memegang jabatan itu. Akhirnya Prabowo meneruskan jabatannya hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Anas Urbaningrum berhenti sebagai ketum PD, Kongres Luar Biasa partai itu akhirnya memilih SBY menjadi ketum secara aklamasi. SBY pun saat itu merangkap 4 jabatan. Namun dengan segera dia melepas dua jabatan yang lain. Ketua Dewan Pembina diserahkan ke EE Mangindaan dan Ketua Dewan Kehormatan diserahkan ke Amir Syamsuddin. Saat ini SBY 'hanya' menjabat sebagai Ketum dan Ketua Majelis Tinggi PD.
(trq/nrl)











































