Beralibi Dirampok, Ini Motif Anak Bunuh Ayah di Banyumas

Beralibi Dirampok, Ini Motif Anak Bunuh Ayah di Banyumas

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 13:45 WIB
Beralibi Dirampok, Ini Motif Anak Bunuh Ayah di Banyumas
Banyumas - Pembunuh Kuspitoyo (65) bukan perampok sebagaimana dilaporkan keluarga, melainkan anaknya sendiri, Andre Pepi Kustawa (22). Sebetulnya, bagaimana kejadiannya? Mengapa Andre tega membunuh sang ayah?

Pembunuhan dilakukan di Perum Pasir Luhur Komplek Barat, Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Selasa (7/4/2015). Andre terluka. Adiknya, Cindy, juga mengalami hal yang sama.

Wakapolres Banyumas Kompol Rio Tangkari mengatakan, kejadian itu berawal dari cekcok korban dan pelaku pada pukul 03.00 WIB. Korban cemburu istrinya diboncengkan pria lain dan menganggap pelaku tidak membelanya. Korban mengumpat pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban dan pelaku cekcok. Kemudian korban mengambil pisau dapur dan mengacungkan ke pelaku. "Korban melukai pelaku di bagian dada," kata Kompol Rio.

Terjadi pergumulan. Pisau yang dipegang korban, direbut pelaku. Kemudian pelaku menusuk korban 8 kali di bagian perut dan dada serta pinggang hingga korban meninggal. Saat itu, istri da anak korban Sri Suryati (50) dan Cindy (19) terbangun dari tidurnya dan melihat suami dan anak pertamanya sedang berkelahi. Mereka berteriak maling.

"Ibunya lagi tidur kaget lihat suami dan anaknya berkelahi lalu berteriak minta tolong ada maling," jelasnya.

Kepada polisi, pelaku mengatakan keluarganya dirampok. Dia terluka setelah berduel dengan si perampok. Ternyata, dalam penelusuran polisi, pelaku adalah pembunuh ayahnya. Dia dijerat pasal 44 ayat 3 Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau pasal KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Hermanto menambahkan terungkapnya pembunuhan itu karena pintu rumah tidak rusak. Juga tidak ada barang yang hilang. Dalam olah TKP, pisau yang digunakan pelaku ditemukan di bawah kompor dan masih terdapat bercak darah.

"Pisaunya dicuci, tapi masih ada bercak darahnya. Pengakuan ke polisi tindakannya (membunuh) itu spontan," ujarnya.

(arb/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads