Protes itu bermula saat wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB, Rabu (8/4/2015) untuk mewawancarai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dihalang-halangi. Bahkan, panitia dari mahasiswa menutup pintu sehingga wartawan tidak bisa keluar.
Sejumlah wartawan sempat berusaha mendobrak pintu untuk bisa keluar. Pintu baru dibuka, setelah Menlu meninggalkan UGM dengan mobil.
Para wartawan pun memprotes sikap panitia yang menghalangi tugas wartawan untuk mewawancarai Menlu. Protes langsung disampaikan ke Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati.
"Harus diboikot acara-acara di UGM. Karena menghalangi wartawan bertemu dengan narasumber,"ungkap pengurus Fortakgama(Forum Wartawan Keluarga Gadjah Mada) Anggoro Rulianto di UGM.
Rektor UGM Dwikorita Karnawati mengaku tidak tahu dengan kejadian tersebut. Rektor UGM mengatakan, Menlu sedang mengejar pesawat. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut.
Panitia penyelenggara kegiatan konferensi, Mochtar Masud mengatakan, Menlu yang tidak bisa karena ingin segera ke bandara. Pihaknya mengatakan, acara tersebut tidak tertutup untuk media. Ia mengaku tidak tahu jika wartawan dikunci dari luar sehingga tidak bisa keluar untuk mengejar Menlu.
(ndr/mad)











































