Bom Meledak di Madrid, 43 Orang Luka
Kamis, 10 Feb 2005 00:52 WIB
Jakarta - Sebuah bom mobil meledak dekat Madrid Convention Centre, Spanyol, Rabu (9/2/2005) waktu setempat. Peristiwa ini mengakibatkan 43 orang luka, dan terjadi beberapa jam sebelum para pemimpin Spanyol dan Meksiko dijadwalkan tiba di tempat tersebut. Sebelumnya, kelompok separatis ETA sudah melakukan peringatan akan adanya ancaman bom.Ledakan ini adalah yang terparah setelah bom di kereta api yang dipicu oleh kelompok Al Qaeda, 11 Maret tahun lalu. Bom mobil meledak beberapa saat sebelum Raja Spanyol Juan Carlos dan Presiden Meksiko Vicente Fox membuka pameran seni di kompleks bangunan tersebut.Seperti dikutip dari Reuters, 43 orang terluka dalam insiden ini,termasuk 6 orang polisi, namun tidak ada korban jiwa. 24 orang dirawat di rumah sakit.Ledakan ini, yang terjadi bersamaan dengan operasi besar yang dilakukan polisi melawan ETA, menghapuskan harapan bahwa grup separatis tersebut akan melakukan gencatan senjata menjelang pemilu Basque bulan April mendatang. Peristiwa ini juga menipiskan kemungkinan Madrid menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2012. "Kelompok ETA sudah melemah dan tidak punya masa depan politik. Tapi mereka tetap memiliki kekuatan operasi," kata Menteri Dalam Negeri Spanyol Jose Antonio Alonso dalam konferensi pers.Menteri Dalam Negeri juga mengatakan, 200 orang polisi mengambil bagian dalam operasi nasional yang telah menghancurkan struktur rekrutmen ETA. 14 orang ditahan dalam operasi tersebut.Polisi mengungkapkan, Harian Gara di Basque menerima peringatan dari ETA pada hari Rabu pagi waktu setempat, yang berisi ancaman ledakan bom mobil akan segera terjadi dekat convention center.Mobil yang digunakan dalam serangan di Madrid telah dicuri dari Guadalajara, tidak jauh dari Madrid. Ledakan tersebut mengakibatkan hancurnya kaca jendela dan 18 buah mobil yang diparkir.
(ast/)











































