Tepatnya sejak ditinggal wafat ayahnya setahun lalu. Sejak saat itu, Ali harus menghidupi ibunya bernama Ammi (55) yang mengalami kebutaan dan tuli, begitu juga kakaknya Jamariah (12), yang mengalami keterbelakangan mental. "Adiknya masih kecil berusia 3 tahun," ucap Kepala Penerangan Korem Pare Mayor Haryo saat dihubungi, Rabu (8/4/2015). Pihak TNI setempat memberikan perhatian pada nasib Ali sehingga tahu banyak informasi soal bocah tersebut.
Saban hari, Ali yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu, membantu ibunya memasak di pagi hari. Kemudian membantu adiknya yang masih kecil untuk memulai aktivitas, begitu juga membantu kakaknya yang memiliki keterbelakangan mental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita kegigihan Ali itu akhirnya terdengar sampai di telinga Komandan Distrik Militer (Dandim) 1402 Polewali Mandar Letkol Inf. Dodi Triwinarno. Menurut Haryo lokasi Ali tinggal berada di wilayah Kodam 1402. Maka atas dasar kepedulian, Dandim menurunkan prajurit dan bantuan ke lokasi.
"Termasuk kepedulian Kodam membantu warga miskin. Rumah yang tidak layak huni dibedah, keperluan PAUD seperti buku-buku, alat tulis termasuk pakaian si Ali dibantu," paparnya.
Haryo menerangkan perbaikan rumah Ali itu sudah dilakukan sejak Senin (6/8) lalu, dan diperkirakan selesai pada hari ini. "Ada sekitar 30 orang (prajurit TNI) di lokasi," ucap Haryo.
(iqb/mad)











































