Ancaman Badai Belum Terbukti di Yogyakarta

Ancaman Badai Belum Terbukti di Yogyakarta

- detikNews
Rabu, 09 Feb 2005 19:22 WIB
Yogyakarta - Hingga hari Rabu (9/2/2005) menjelang malam 1 Syuro, ancaman adanya badai tropis yang akan melanda wilayah pantai selatan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum terbukti.Sebaliknya low pressure (tekanan udara rendah) yang berpotensi menimbulkan badai tropis sejak Senin lalu telah bergerak ke arah selatan-barat daya atau menjauhi wilayah pantai selatan Pulau Jawa khususnya DIY."Berdasarkan data dari citra satelit, arah angin bergerak menjauh dari wilayah pantai selatan Jawa. Angin justru bergerak menuju arah barat daya selatan," kata Kapten (Sus) Subakir dari Subsi Meteorologi Pangkalan Udara (Lanud) Adisucipto Yogyakarta kepada wartawan, Rabu (9/2/2005).Menurut Subakir, berdasarkan data dari citra satelit saat ini, angin kencang datang dari arah selatan sehingga tidak mungkin bergerak menuju Indonesia atau Pulau Jawa. "Jadi masih sangat jauh, ribuan kilometer dari wilayah Indonesia," ujarnya.Subakir mengatakan, kalau saat ini cuaca sangat panas dan terik, itu akibat letak matahari di sebelah selatan katulistiwa. Namun cuaca dan kecepatan angin saat ini masih normal. Angin kencang akan hilang dalam beberapa hari karena pengaruh berbagai faktor, diantaranya tekanan udara dan matahari.Saat ini kecepatan angin masih normal, sekitar 50 km/jam, dengan kecepatan angin tertinggi di bawah 58 km/jam. Sedangkan batas maksimum kecepatan angin normal sekitar 60 km/jam. "Semua masih dalam batas wajar. Kalau sampai terjadi angin topan, yang sangat mungkin adalah semacam angin puting beliung," katanya.Subakir meminta agar masyarakat tidak terlalu panik secara berlebihan dalam menghadapi ancaman angin kencang tersebut. Sebab saat ini informasi yang berkembang di masyarakat justru semakin bias. Perkiraan akan munculnya angin kencang itu sebenarnya sudah ada sejak bulan Desember lalu. Data-data yang disampaikan secara global berdasarkan data-data akurat dari satelit dan data sebelumnya."Jadi kami tidak pernah menentukan tanggal-tanggal tertentu yang bakal muncul adanya angin kencang itu. Kami hanya memprediksi agar diwasapadai angin kencang selama bulan Februari hingga Maret mendatang," tukasnya. (ast/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads