Pasca Kerusuhan Atambua
Uskup Imbau Umat Katolik Tak Terprovokasi
Rabu, 09 Feb 2005 17:45 WIB
Kupang - Uskup Atambua Mgr Anton Pain Ratu mengimbau umat katolik di Atambua agar tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis. Imbauan ini dikeluarkan uskup menyusul terjadinya kerusuhan antara massa dan aparat kepolisian di Atambua yang mengakibatkan belasan orang luka-luka."Saya mengimbau umat untuk tidak terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan anarkis karena kerusuhan yang terjadi pagi tadi," kata Uskup Anton ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (9/2/2005). Uskup juga meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan tersebut, serta melaporkan perkembangan penyelidikan untuk disampaikan pada umat. "Saya menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang melepaskan tembakan di halaman Gereja Katedral sehingga memancing emosi umat untuk melakukan perlawanan," tambahnya.Menurut informasi yang dikumpulkan, kerusuhan terjadi akibat seorang umat menolak pemberian roti dalam perjamuan di Gereja Katedral Imaculata, Rabu (9/2/2005) pagi tadi. Karena orang tersebut dibawa ke Mapolres Belu, umat yang mengikuti perjamuan marah. Saat ini, situasi Atambua mulai berangsur normal dan warga kembali beraktivitas. Pusat pertokoan juga tampak dibuka kembali. Sedangkan tanggung jawab keamanan di kota Atambua untuk sementara diambil alih aparat TNI serta Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste.
(ast/)











































