Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora

Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 06:47 WIB
Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora
Dompu - 200 Tahun yang lalu, tepatnya pada Bulan April 1815, Gunung Tambora yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB) meledak dengan begitu dahsyat. Dampak dari letusan yang disebut sebagai letusan terbesar sepanjang sejarah modern ini menyebabkan perubahan iklim dunia.

Ratusan ribu penduduk meninggal dalam bencana tersebut. Banyak perkampungan yang habis rata tersapu aliran lahar. Kekeringan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Muntahan material Gunung Tambora yang menutup atmosfer menyebabkan Eropa tak mengalami musim panas hingga setahun setelahnya.

Untuk memperingati letusan yang disebut seribu kali lebih dahsyat dari letusan Gunung Merapi, Yogyakarta ini, pemerintah daerah setempat menggelar event bertajuk 'Tambora Menyapa Dunia'. Kabupaten Dompu ditunjuk sebagai tuan rumah dalam gelaran akbar ini. Namun pihak yang dilibatkan cukup banyak, seperti Pemkab dan Pemkot Bima, Tim Ekspedisi NKRI 2015, berbagai instansi pemerintahan terkait, swasta dan masyarakat umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak kegiatan yang diselenggarakan, seperti aksi bersih gunung, pendakian massal, simulasi penanggulangan bencana hingga lomba offroad. Antusias masyarakat menyambut 2 abad letusan Gunung Tambora begitu besar. Selama 2 pekan ini, tercatat sudah ada ribuan orang yang melakukan izin pendakian di Gunung Tambora.

"Saat ini sangat membludak. Sejak 3 hari yang lalu sampai 2 minggu ke depan, ada sekitar 2 ribu orang yang telah melakukan izin pendakian," kata pengelola pintu masuk Kawasan Gunung Tambora, Saiful Bahri di Dusun Pancasila, Desa Pekat, Kabupaten Dompu, NTB, Rabu (7/4/2015).

Pada Selasa (6/4) saja, ada 500 orang yang mendaki Gunung Tambora. Bahkan akibat banyaknya pendaki, tak sedikit yang membatalkan rencana melakukan pendakian ke gunung yang memiliki kaldera terbesar di dunia ini.

"Banyak yang cancel dan ditunda sampai Mei," ujarnya.

Biaya masuk ke kawasan gunung berketinggian 2.815 mdpl tersebut sebesar Rp 10.000. Saiful mengatakan, pihaknya selalu membekali para pendaki dengan plastik kresek hitam berukuran besar untuk membawa sampah masing-masing. Ia juga mengimbau mereka memungut sampah yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju puncak.

"Kita harus sama-sama menjaga alam. Saya sampai tulis pakai marmer di pintu masuk, 'Sampah plastik tak akan hancur ratusan tahun. Pastikan anda membawa turun'," ujarnya.

Upacara puncak peringatan 2 abad letusan Tambora akan digelar di Desa Dorocanga, Kabupaten Dompu. Kawasan tersebut merupakan padang savana yang luas sehingga cocok untuk melaksanakan upacara akbar. Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir dalam upacara peringatan tersebut.

(kff/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads