Kongres PDIP dan Makna Penting Bagi Seorang Presiden Jokowi

Kongres PDIP dan Makna Penting Bagi Seorang Presiden Jokowi

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 18:07 WIB
Kongres PDIP dan Makna Penting Bagi Seorang Presiden Jokowi
Berurutan dari kiri ke kanan; Hasto Kristiyanto, Puan Maharani, Megawati, Jokowi, dan Prananda (berkacamata) - (Foto-detikcom)
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan menggelar Kongres IV pada 9-11 April mendatang di Bali. Kongres itu bukanlah sekadar acara rutin partai. Namun punya makna mendalam bagi seorang Joko Widodo (Jokowi), kader PDIP yang kini menjadi orang nomor satu Republik ini.

“Saya kira kongres nanti akan meneguhkan posisi PDIP sebagai partai yang pemerintah. Bagaimana pun keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan akan berdampak positif bagi relasi PDIP dengan rakyat,” kata Pengajar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Bandung, Firman Manan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Di dalam kongres itu, Jokowi juga bisa semakin mendapat dukungan yang optimal dari kader PDIP‎. Caranya tentu saja melalui komunikasi politik yang efektif antara Jokowi dan elite partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firman menambahkan, kemampuan mengelola dukungan politik di DPR sangat penting untuk meminimalisir kebuntuan politik yang akan mengganggu stabilitas dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu perlu ada inisiatif Jokowi membuka komunikasi politik dengan seluruh kekuatan politik di DPR.

PDIP sebagai partai pemerintah juga harus berinisiatif mengkoordinasikan dukungan politik dari partai politik di DPR untuk mendukung kebijakan dan program yang diinisiasi oleh pemerintah. Dengan demikian, kata Firman, berbagai agenda politik dan pemerintahan yang sedang dan akan dilaksanakan berjalan tanpa hambatan.

“Kader-kader PDIP khususnya yang duduk di DPR juga dapat memberikan informasi dan masukan kepada presiden tentang dinamika politik terbaru di DPR. Tujuannya agar Presiden dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam relasi dengan parlemen,” tandasnya.



(mok/erd)


Berita Terkait