Tiga korban tersebut adalah Sukarman dan istrinya, Suparni kemudian tamu mereka bernama Sugianto. Ketiganya pertama sekali ditemukan Vita, anak Sukarman. Pasutri itu ditemukan tewas di kamar sedangkan Sugianto di kamar tamu.
Kapolres Pati, AKBP Budi Haryanto mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kematian tersebut. Ia tidak membantah ketika ditanya terkait kemungkinan adanya unsur pembunuhan dan tiga korban tersebut melakukan ritual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi kejadian, lanjut Budi, ditemukan barang bukti cairan dalam gelas. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah cairan tersebut racun atau bukan.
βAda barang bukti yang diamankan berupa cairan. Cairan di lambung dan usus (korban) juga diambil dan masih diteliti Labfor," tandasnya.
Sementara itu Kepala Sub Bidang Dokpol Bid Dokkes Polda Jawa Tengah, AKBP Summy Hastry Purwanti mengatakan, dari hasil autopsi tiga korban yang ditemukan tewas pada Senin (6/4) siang itu, diketahui mati lemas karena keracunan.
"Dari pemeriksa sembilan organ tubuh yang meninggal di Pati ditemukan tanda mati lemas keracunan. Untuk tahu pasti jenis racunnya harus ambil lambung dan cairan untuk diperiksa di Labfor," kata Hastry.
Diperkirakan waktu kematian korban, lanjut Hastry, antara pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Terkait kemungkinan korban melakukan ritual atau tidak, Hastry menjelaskan dari hasil autopsi diketahui korban berpuasa sebelum menenggak racun.
"Curiganya mereka puasa sehari sebelumnya, lambung memerah dan kosong," tandas Hastry yang usai melakukan autopsi hingga dini hari tadi.
(alg/rul)










































