“Kongres PDI-P nanti tidak hanya mengembalikan hubungan yang mesra antara Jokowi dan Megawati seperti pada masa sebelum Pilpres 2014 lalu. Namun kongres tersebut bisa dilihat sebagai bagian dari konsolidasi antara pengurus partai dengan anggota-anggota partainya, termasuk anggota partainya yang kini jadi Presiden, Menteri maupun kepala daerah,” kata pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (7/4/2015).
Pertemuan Jokowi dengan Mega beserta kader partai lainnya akan menjadi momen spesial bagi PDIP. Yang dinanti juga adalah kehadiran Jokowi sebagai kepala negara atau kader partai.
“Jika Jokowi datang sebagai kader partai, maka arah kebijakan umum partai akan menjadi ‘arahan’ atau setidaknya mesti dilaksanakannya ketika ia kembali menjadi pejabat publik. Jokowi merupakan bagian dari keluarga besar PDIP yang diamanat ketua umumnya untuk menjalankan amanat tertentu yakni mensejahterahkan rakyat,’ katanya.
Akan sangat mungkin komunikasi antara Jokowi dengan Megawati menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh internal partai, tetapi juga oleh semua partai politik yang ada di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan.
“Sebab komunikasi antara keduanya (Mega dan Jokowi) akan memberi warna terhadap lanskap politik Indonesia ke depan,” tuturnya.
Leo menyebutkan, terdapat tiga kemungkinan yang bisa dicermati dari pertemuan Megawati dengan Jokowi dalam kongres nanti. Pertama, Jokowi akan akur dengan arahan ketua umumnya dan melaksanakan arahan-arahan Megawati.
Kedua, menerima dengan modifikasi yang perlu disesuaikan merujuk pada dinamika politik yang ada. Dan terakhir, apakah menolak arahan partai dengan konsekuensi hubungannya dengan Megawati menjadi semakin kurang harmonis.
“Saya kira mayoritas kader PDI-P berharap Jokowi mau menerima arahan yang diamanatkan partai. Namun semua itu sangat bergantung pada komunikasi politik Jokowi dan Megawati, apakah perlu adanya komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan mengedepankan kebaikan bersama," tutupnya menganalisa.
(mok/tor)











































