Ujicoba UN Online di Pekanbaru, Peserta Temukan Sejumlah Kendala

Ujicoba UN Online di Pekanbaru, Peserta Temukan Sejumlah Kendala

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 16:51 WIB
Ujicoba UN Online di Pekanbaru, Peserta Temukan Sejumlah Kendala
Siswa saat ujicoba UN online di Riau. (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Peserta menemukan sejumlah kendala dalam ujicoba pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis online di Pekanbaru, Riau. Ada beberapa kesalahan teknis dalam proses pengisian data pada sistem.

Praktik ujicoba UN ini dilaksanakan di SMA 8 Pekanbaru, Selasa (7/4/2015) siang. SMA tersebut merupakan bagian dari 16 SMA sederajat di Riau yang akan mengikuti ujian online pada 13 April 2015 mendatang.

Di sekolah percontohan ini tercatat ada 318 siswa peserta UN. Dari jumlah itu, hanya tersedia 106 unit komputer. Dengan demikian, pelaksanaan ujian online ini nantinya akan dibagi dua gelombang pada hari yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam ujicoba hari ini, ujian online untuk pertama kali dengan materi bahasa Inggris. Namun ternyata walaupun mata ujian bahasa Inggris, tapi kolom jawaban yang dimunculkan sistem justru untuk soal Biologi.

"Ada kesalahan lainnya, saat kita mengisi data diri, tiba-tiba status disebut sudah mengisi jawaban. Padahal kita belum mengisi jawaban apa pun," kata salah seorang siswa Candra Bisono.

Selain itu, server juga mengulah. Seorang siswa pria saat menuliskan namanya pada kolom nama, tiba-tiba pada bagian jenis kelamin muncul otomatis tulisan 'wanita'. Belum lagi kerumitan karena tidak ada opsi koreksi jawaban jika sudah terlanjur salah menjawab.

Wakil Kepala Manajemen SMA 8 Pekanbaru, Tafif Tria menyatakan, selain soal teknis peserta juga khawatir soal kondisi listrik di Pekanbaru yang sering padam. Karena itu saat ujian nanti, mereka berencana minta bantuan ke PLN berupa travo dan genset. Ini untuk antisipasi bila ada gangguan listrik.

"Prinsipnya kita sudah siap untuk mengikuti ujian berbasis komputer, dan kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait masalah teknis ujian tersebut," kata Tafif.

(cha/rul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads