Ternyata Indo Barometer sedang mencoba menarik garis merah antara elektabilitas Jokowi vs Prabowo dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi saat ini.
"Elektabilitas yang relevan ya yang kita tampilkan di laporan survei kali ini, Jokowi vs Prabowo. Asumsinya, jika mayoritas masyarakat sudah tidak puas kepada Jokowi, Prabowo bisa menang," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Selasa (7/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara Jokowi masih unggul 45% atas Prabowo yang hanya 30%. Pertama karena kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi masih di atas 50% kedua, karena Prabowo selama ini cenderung menghilang, jarang memberi kritik atau alternatif solusi kebijakan pemerintah. Itu pertimbangannya," katanya.
Qodari pun kemudian mengambil kesimpulan besar dari surveinya itu. Pertama kepuasan terhadap Jokowi saat ini pas-pasan di angka 57,5%. Idealnya kepuasan dijaga pada angka 70%. Kedua, empat dari masalah terbesar yang dirasakan masyarakat adalah soal ekonomi, pada titik ini perlu penjelasan pemerintah tentang ke mana uang subsidi BBM disalurkan dan bagaimana dana itu jadi daya ungkit ekonomi di masa depan.
"Ketiga, apa solusi pemerintah untuk menahan laju kenaikan harga sembako, transportasi, dan lain-lain. Dan di saat yang sama apa langkah agar pendapatan rakyat naik lagi," pungkasnya.
(van/trq)










































