"Rencananya Bandung juga akan mengembangkan sistem Panic Button. Jadi kalau terjadi begal, masyarakat bisa dengan menekan tombol icon aplikasi yang terhubung dengan Bandung Command Center melalui smartphone-nya," ujar pria yang kerap disapa Kang Emil ini di Kantor CSIS, Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2015).
Nantinya, lanjut Kang Emil, ada aparat kepolisian yang berjaga-jaga di Command Center selama 24 jam. Sehingga, apabila terjadi pelaporan atau kejadian maka bisa langsung dengan cepat merespon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bagian dari pengembangan sistem Bandung Smart City, pria kelahiran Bandung 4 Oktober itu juga akan menggandeng mahasiswa yang gemar atau memiliki bakat meretas berbagai situs. Tujuannya, untuk membantu mengembangkan sistem menjadi lebih optimal.
"Kita juga ingin digitalisasi data dalam pelayanan public service ke masyarakat. Ada lebih dari 150 aplikasi yang akan dibuat (Pemkot) Bandung, bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiswa yang suka hacker (kan mereka) pintar-pintar dan yang lagi mengerjakan tugas akhirnya bisa ikut membantu," kata Kang Emil.
"Dengan kepadatan data yang dikumpulkan maka kita bisa meminimalisir kesalahan pelayanan," pungkasnya.
(aws/nwk)










































