Atambua Rusuh, 2 Pos Polisi Dirusak
Rabu, 09 Feb 2005 15:09 WIB
Kupang - Kota Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusuh. Dua pos polisi yang berada di pusat kota dirusak dan salah satunya kemudian dibakar. Dari informasi yang dikumpulkan, aksi ribuan orang itu berawal ketika seseorang menolak roti dalam perjamuan misa (hostia) di Gereja Katedral Imaculata, Rabu (9/2/2005). Massa marah karena pelaku diamankan polisi ke Mapolres Belu. Mereka ingin pelaku meminta permohonan maaf di depan umat. Merasa tidak puas, massa melampiaskan kemarahan dengan merusak 2 pos polisi kemudian membakar salah satunya. Kedua pos polisi itu berjarak sekitar 1 km dari katedral. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dan luka-luka dalam insiden itu. Hingga pukul 14.00 Wit, aparat kepolisian dibantu TNI masih berjaga-jaga di Kota Atambua.Sementara, massa terkonsentrasi di sejumlah tempat. Uskup Atambua Mgr Anton Pain Ratu berusaha menenangkan massa. Ia mengimbau massa untuk menghentikan tindakan anarkis. Komandan Korem 161 Wirabakti Kupang Kolonel Inf Moeswarno Moesanip saat dihubungi per telepon, mengatakan insiden itu merupakan spontanitas massa saat menyaksikan adanya pencemaran hostia. Suasana Kota Atambua masih mencekam.
(rif/)











































