"Tidak semudah itu kita ambil warga kita. Wilayah udara di sana berada dalam penguasaan Arab Saudi. Kita harus dapat izin clearance dari mereka," ujar Agus usai gladi bersih acara HUT TNI ke-69 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Selasa (7/4/2015).
Proses evakuasi sendiri menurut Agus tidak berjalan sesuai rencana awal. Akibat perang yang terjadi di Yaman, WNI harus dibawa dulu melalui jalur darat sebelum diterbangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipilihnya Boeing untuk mengevakuasi WNI disebut Agus karena pesawat tersebut memungkinkan dapat mengangkut lebih dari 100 orang sekali jalan. Selain itu juga karena jam terbangnya yang cukup panjang sehingga proses evakuasi bisa cepat dilakukan.
"Alhamdulillah Menlu sudah kirim beberapa warga kita kembali," tuturnya.
Berdasarkan informasi dari Puspen TNI yang diterima detikcom, Selasa (7/4), hingga saat ini tim sudah berhasil mengevakuasi 300 WNI di Yaman melalui Jizan, Arab Saudi.
Mereka yang dibawa menuju Muskat dan Salalah, Oman, sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia, sebagian besar merupakan mahasiswa, pramugari dan TKI.
Otoritas Arab Saudi pun merubah rute penerbangan untuk menghindari konflik sehingga penerbangan dari Jizan menuju Muscat menjadi lebih lama 45 menit dari biasanya. WNI pun kembali ke tanah air dengan menggunakan penerbangan komersil dari Muscat.
Pada Sabtu (4/4) dan Minggu (5/4), tim berhasil memulangkan masing-masing 110 WNI ke Indonesia. Selanjutnya pada Senin (6/4), 80 WNI diterbangkan dari Jizan menuju Salalah, Oman, yang kemudian diterbangkan ke Indonesia.
Di kloter 3 pemulangan WNI tersebut, turut ikut diterbangkan adalah Dubes RI untuk Yaman Wazid Fauzy beserta staf KBRI Yaman.
(ear/fdn)











































