"Ke depan kita punya rencana dan strategi bukan hanya radar, tapi juga pesawat early warning," ujar KSAU Marsekal Agus Supriatna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Selasa (7/4/2015).
Menurut Agus, selain pesawat early warning, TNI AU juga membutuhkan 12 radar lagi untuk mendeteksi benda atau pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini, AU sudah memiliki 22 radar.
"2 Radar datang tahun ini. Semoga ke depan bisa datang tiap tahun sehingga bisa cover wilayah Indonesia yang begitu luas," kata Agus.
Agus menambahkan, TNI AU hingga akhir 2014 sudah memiliki 16 pesawat Sukhoi, 8 pesawat Super Tucano dan 5 pesawat F-16.
(nik/nwk)











































