Seperti yang tampak di alun-alun Kota Purbalingga di Jawa Tengah, ada baliho besar yang terbentang, sekitar 1x2 meter, bergambarkan beberapa orang, perajin akik dan batu-batu akik. Baliho itu bertuliskan 'Akik Berkembang Rakyat Senang'.
"Mungkin untuk Indonesia, faktor indeks nilai kebahagiaan perlu ditambah dengan akik ya?" seloroh pembaca detikcom, Andi Kuliem yang mengirimkan foto itu pada detikcom, Selasa (7/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lucu juga menyenangkan rakyat Indonesia, walaupun sembako naik, hahaha," canda Andi lagi.
Selama ini diketahui Purbalingga memiliki sentra perajin akik. Wilayahnya juga merupakan penghasil batu alam. Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto melihat itu sebagai peluang dan mengimbau jajarannya memakai batu akik.
"Purbalingga itu kaya batu akik. Karena itu, saya imbau mereka pakai akik. Imbauan lho ini, hanya imbauan," kata Sukento saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/2/2015) lalu.
Menurut Sukento, imbauan itu disampaikan sejak Desember 2014 lalu. Lalu imbauan serupa disampaikan di berbagai momen. Pas rapat dengan DPRD, misalnya. Meski hanya imbauan, kata Sukento, banyak PNS Purbalingga yang kini memakai akik.
"Jenisnya bermacam-macam. Kalau di sini yang terkenal ya akik Klawing," kata pejabat yang berlatar belakang profesional ini.
Klawing adalah sungai besar di Purbalingga. Di situlah, batu diambil orang, kemudian dijadikan akik. Berdasarkan literatur, kualitas batu di sungai tersebut cukup bagus. Warnanya bervariasi dan cenderung gelap.
"Katanya lho ini, katanya. Batu klawing itu keras, kualitasnya bagus," jelas bupati yang menggantikan Heru Sudjatmoko yang menjadi Wakil Gubernur Jateng pada tahun 2013 ini.
Sukento menyebut berdasarkan data, ada 1.000-an perajin batu akik di Purbalingga. Jika PNS memakai akik, maka otomatis mereka juga menggerakkan perekonomian rakyat, terutama perajin. Itulah tujuan utama Sukento mengimbau pejabat dan PNS di wilayah kerjanya memakai akik.
(nwk/try)











































