"Bagus dong (ditampilkan video omongan kasarnya). Video itu harusnya kita ambil copy-nya. Gua juga nggak pernah punya copy itu. Lumayan tuh keren-keren," ujar Ahok di Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2015).
Saat video tersebut ditayangan, tepuk tangan dan sorak-sorakan terdengar memenuhi ruangan Paripurna. Kondisi seperti itu kembali lagi hanya ditanggapi santai oleh mantan Bupati Bangka Belitung Timur ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah tiga anak ini pun lantas menyindir DPRD DKI lantaran tidak meneruskan hingga hak menyatakan pendapat (HMP) kalau memang terbukti dirinya salah. Menurutnya, dalam sidang Paripurna kemarin tim angket takut dengannya.
"Takut banget sama gua. Sekalian harusnya (HMP). Hak menyatakan pendapat kasih ke MA (Mahkamah Agung) biar kelihatan ada yang salah. Nah yang salah itu yang crop-crop APBD kita," terangnya.
"Sekarang saya mau tanya, kalau saya terima Rp 12,1 triliun masuk ke dalam RAPBD sah nggak RAPBD-nya? Sah. Selisihnya di mana APBD dia sama APBD saya? Rp 12,1 triliun lewat yang dia crop 10-15 persen dari APBD yang dia akuin tidak sah. Kok kalau tidak sah kamu mau ambil 10-15 persen? Bawa ke MA saja sudahlah," papar Ahok.
(tfn/jor)











































