Saat rapat dimulai kembali dan langsung melanjutkan pertanyaan dari masing-masing fraksi. Anggota Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsy menanyakan beberapa hal yakni mengenai gerbang otomatis yang bermasalah ketika membaca nama 'Muhammad' dan 'Ali', dukungan terhadap revisi remisi narapidana, serta masalah Golkar.
"Tolong Pak Menteri, masalah Golkar ini penting sekali. Kalau Golkar baik, maka DPR baik. Kalau Golkar rusak, maka rusaklah DPR," kata Aboe Bakar di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi pendapat ini diinterupsi oleh Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, dia menyela Yasonna yang disebutnya tak lengkap membaca rekomendasi Mahkamah Partai. "Tolong baca yang lengkap pasal berapa di undang-undang partai politik yang menyatakan bahwa rekomendasi Mahkamah Partai jadi landasan Pak Menteri untuk ambil keputusan," kata Bambang.
Yasonna lalu membaca pasal 32 undang-undang yang dimaksud Bambang yang menyebut permasalahan partai diselesaikan secara internal. Tetapi Bambang kemudian memotong dan meminta Yasonna membaca pasal 31 yang menyebut peran Pengadilan Negeri dalam menyelesaikan masalah partai.
Benny K Harman selaku pimpinan rapat dan Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin lalu ikut dalam perdebatan itu. Keduanya kompak mempertanyakan landasan yang dipakai Yasonna dalam ambil keputusan.
Perdebatan kemudian berlanjut hingga 10 menit sebelum akhirnya anggota Fraksi PDIP Ahmad Basarah menginterupsi. "Saya usul supaya pertanyaan lain supaya dijawab dahulu sebelum akhirnya membahas masalah Golkar," kata dia.
Sempat terjadi adu mulut antara Basarah dengan Aziz setelah itu. Aziz yang merupakan Waketum Golkar hasil Munas Bali berkukuh ingin permasalahan partainya dibahas tuntas.
Akhirnya Benny K Harman mencoba menengahi dengan meminta pendapat masing-masing fraksi. Tetapi Golkar, PD, PAN, dan PKS memilih menolak usulan Basarah. Sementara Gerindra dan PPP berada di pihak PDIP, lalu sisanya pilih abstain.
"Terus terang kalau memang terlalu fokus bahas Golkar, silakan saja Golkar bicara sendiri dengan Pak Menteri. Kita di sini bahas yang lain juga," kata anggota Fraksi Gerindra Martyn Hutabarat.
"Menurut saya kalau urusan lapas, urusan lain itu soal klasik. Kalau urusan Golkar ini urusan bangsa," kata perwakilan PKS Aboe Bakar Al Habsy.
"Saya juga dari PD, menurut saya pembahasan Golkar penting karena kita ingin hindari abuse of power dari Pak Menteri. Saya bukannya berpihak ke mana-mana, tapi saya minta penjelasan supaya tidak abuse of power," imbuh Benny K Harman sebelum memutuskan untuk lanjut bahas Golkar.
Akhirnya hingga pukul 22.00 WIB rapat terus fokus urusan Golkar. Seakan tak kunjung puas, anggota Fraksi Golkar terus menginterupsi Yasonna.
Sebelumnya pada Raker Komisi III dengan Polri pada Kamis (2/4) lalu pun Golkar membahas soal permasalahan partainya. Anggota Fraksi Golkar John Kennedy Aziz membacakan surat yang ditandatangani Aziz Syamsuddin.
Hingga kini rapat masih berlangsung dan mulai membahas isu lain pada pukul 22.08 WIB. Rapat akan ditutup pada pukul 22.30 WIB.
(bpn/jor)










































