"Suasananya sangat bagus," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Pratikno menjelaskan, pertemuan diawali dengan penjelasan oleh Ketua DPR Setya Novanto yang langsung mengangkat isu soal pemilihan Kapolri yang baru dan pembahasan APBNP. Setelah itu giliran Presiden Jokowi yang memberikan sambutan singkat yang langsung disambung dengan pernyataan dari fraksi-fraksi DPR RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan implementasi APBNP, lanjut Pratikno, beberapa fraksi di DPR mendorong agar program-program pemerintah bisa segera terlaksana dan belanja negara bisa segera terealisasi untuk menggerakkan ekonomi.
"Oleh karena itu, presiden juga menyampaikan bahwa sebetulnya serapan anggaran kita baik dalam waktu yang sama pada tanggal yang sama antara tahun ini dan sebelumnya. Tahun yang lalu serapan kita lebih baik ya bahkan lebih tinggi. Nah itu yang sebenarnya pimpinan DPR mendorong 'ayo dipercepat lagi' agar segera uang turun ke daerah, ke desa-desa, turun ke masyarakat, menggerakkan ekonomi, meningkatkan daya beli dan lain-lain," jelas Pratikno.
"Termasuk memberikan peluang pekerjaan, karena di tengah, kita semua paham, termasuk DPR paham bahwa memang tekanan ekonomi global itu sangat kuat, penguatnya dollar dan situasi ekonomi global membuat kita dalam kondisi yang tidak mudah. Tapi tadi intinya DPR mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan. Jadi suasananya sangat nyaman. Seperti Pak presiden katakan jangan dibayangkan situasinya tegang, sama sekali tidak," tambahnya.
"Intinya sebetulnya kalau boleh saya katakan yang satu adalah semua menginginkan Kapolri definitif itu jelas. Yang kedua adalah bisa memahami apa langkah presiden. Ketiga meminta penjelasan," tambahnya lagi.
(jor/rna)











































