Mendapati itu, Ahok langsung memerintahkan Kasatpol PP DKI Kukuh Hadisantosa untuk membongkar lapak-lapak yang diperjualbelikan oleh para preman di Blok G.
"Preman-preman (yang) jualin lapak, bongkar. Saya sudah minta Pak Kukuh untuk bongkar!" kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau gugat. Saya sudah lapor bareskrim, menggunakan tanah di Tanah Abang untuk jualan kita (karena preman dengan begitu) bukan hanya melanggar Perda jualan di jalan. Kita mau lapor ke Bareskrim kalau itu ada korupsi," lanjutnya.
"Anda menyewakan tanah negara, untuk dana korupsi," kata dia.
Ahok juga menegaskan Pemprov sejak awal kepemimpinannya bersama Jokowi ingin membangun jembatan yang menghubungkan stasiun kereta langsung ke Blok G Tanah Abang. Selain itu untuk menarik minat para pengunjung, Ahok juga menegaskan pihaknya ingin membangun jembatan penghubung dengan Blok A dan Blok B.
"Sebenarnya konsep kita jelas, buat kereta api harus keluarnya lewat Blok G (makanya) dibuat jembatan. Dulu kita mau swastakan, katanya jangan (lebih baik) bangun sendiri. (Eh tiba-tiba) Sama Dishub dibatalin, kan kurang ajar kan. Makanya saya bilang lelangin aja, biar dia nyambung," jelasnya.
"Sebenarnya ngapain sih Blok G dibongkar-dibangun, asal ada jembatan Blok A dan Blok B dibuatin jembatan nyambung kan jadi ramai tokonya. Sederhana kan. Kalau pekerja swasta, nggak saya nggak mau. Blok G kita nggak mau bongkar, kita mau sambungin. Intinya cuma sambungin Blok A ke G, pasti ramai," tutup Ahok.
(aws/ndr)











































