2 Peserta Munas Ancol Tersangka, Idrus: Sutradaranya Agung Laksono!

2 Peserta Munas Ancol Tersangka, Idrus: Sutradaranya Agung Laksono!

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 17:51 WIB
2 Peserta Munas Ancol Tersangka, Idrus: Sutradaranya Agung Laksono!
Jakarta - Bareskrim Polri menetapkan dua orang peserta Munas Golkar Ancol sebagai tersangka pemalsu mandat. Sekjen Golkar versi Munas Bali Idrus Marham langsung meminta polisi segera menangkap pihak yang menyuruh untuk memalsukan.

"Pasti ada yang skenariokan. Itu harus dibongkar. Siapa yang sutradarai? Tidak sulit mencarinya, pasti pelaksana Munas Ancol yaitu Agung Laksono," ucap Idrus saat bertandang ke Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2015).

Idrus menyebut pihaknya telah mengadukan lebih dari 100 orang yang disebut memalsukan dokumen. Menurut dia, jumah sebesar itu tentu ada yang memprakarsai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak mungkin 100 lebih itu sendiri-sendiri," imbuh Idrus.

Dirinya kemudian mengapresiasi polisi yang telah menindaklanjuti laporan pihaknya. Dia meminta agar kasus ini segera tuntas.

Kedua tersangka itu terdiri dari Dayat Hidayat yang merupakan Sekretaris DPD Golkar Pandeglang, serta Hasbi Sani merupakan Ketua DPD Golkar Pasaman Barat, Sumatera Barat. Dalam waktu dekat keduanya akan dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik.

Dayat terbukti memalsukan tanda tangan dari ketua DPD Golkar Pandeglang. Sementara Hasbi memalsukan tanda tangan Sekretaris DPD Golkar Pasaman Barat dengan cara memindainya.

Namun demikian Agung Laksono menampik anak buahnya memalsukan dokumen. "Isu-isu yang perlu diluruskan, seolah-olah ada dua pengurus sebagai tersangka dalam kaitan sampai detik ini, kami tidak mengetahui adanya informasi, dari pada sumbernya belum jelas, belum dapat informasi," kata Agung dalam konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Menurut Agung penetapan tersangka harusnya didasari data yang akurat. "Harus legal formal, kami tidak mengetahui hal itu, kami tidak mendengar, kami yakin tidak ada anggota kami yang memalsukan dokumen, ada perbedaan interpretasi, kurang kerjaan amat, moral kami jaga, orang yang sudah meninggal, masya Allah, itu fitnah yang tidak betul," katanya.

(trq/nrl)


Berita Terkait