"Jadi sementara sudah kita lihat bahwa istri Daeng Koro membenarkan itu suaminya, dia yakin berdasarkan tanda-tanda lahir, gigi," kata Kapolda Sulteng Brigjen Idham Azis kepada detikcom, Senin (6/4/2015).
Namun, penyidik tetap membutuhkan hasil uji DNA dari laboratorium Disaster Victim Identification (DVI) guna kepentingan tertulis penyidikan dan penyelidikan.
Pasca tewasnya Daeng Koro, aparat Polda Sulteng memfasilitasi istri Daeng Koro di sebuah asrama Polda Sulteng di Palu bersama dua anak-anaknya. Istri pecatan TNI itu selama ini menetap di Kabupaten Morowali atau 12 jam perjalanan darat dari atau ke ibu kota Sulteng, Palu.
Adapun istri Daeng Koro saat ini tengah hamil delapan bulan. Mereka terakhir bertemu lebaran tahu lalu di Tamanjeka.
"Mereka ketemu terakhir di Tamanjeka itu waktu lebaran, istrinya yang nyamperin Daeng Koro," kata Idham
Meski pentolan teroris Poso telah tewas, namun aparat tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku teror lainnya yang masih berada di Sulawesi Tengah.
(ahy/fjp)











































