Menlu pada WNI di Yaman: Mumpung Masih Ada Opsi Evakuasi, Manfaatkan

Menlu pada WNI di Yaman: Mumpung Masih Ada Opsi Evakuasi, Manfaatkan

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 15:11 WIB
Menlu pada WNI di Yaman: Mumpung Masih Ada Opsi Evakuasi, Manfaatkan
(Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Masih ada sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Yaman yang enggan dievakuasi, dengan alasan studi hingga ketiadaan biaya. Menlu Retno LP Marsudi pun mengimbau pada WNI di Yaman agar mau dipulangkan.

"Saya mengimbau kepada kepada WNI, kalau ada WNI di sana, mumpung ada opsi evakuasi, maka manfaatkanlah evakuasi," jelas Menlu Retno di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).

Salah satu fokus pihaknya kini adalah mengevakuasi 89 WNI yang masih terjebak di Aden, Yaman.

"Kita harapkan di Aden berhenti baku tembak biar kita bisa evakuasi. Termasuk saya sudah bicara 2 kali dengan Panglima (Arab Saudi) untuk menjajaki evakuasi," imbuh perempuan berambut cepak ini.

Sebelumnya diberitakan, Kemlu berupaya mengevakuasi para warga negara Indonesia (WNI) dari Yaman, seiring dengan memburuknya situasi konflik di negara itu. Namun, sebagian WNI itu malah emoh dipulangkan karena beralasan masih aman.

"Kebanyakan dari mereka bilangnya 'Kalau sudah perang baru mau dipulangkan'," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, kala ditanya apakah ada WNI yang belum bersedia dipulangkan saat menunggu kedatangan para WNI dari Yaman di Common Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu (5/4/2015) siang.

 Salah satu pihak yang belum bersedia dievakuasi adalah anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman.

"PPI membuat pernyataan tidak mau dievakuasi karena di sana masih merasa aman. Ini kan sudah upaya preventif kita agar sebelum timbul perang dan keadaan yang tidak kondusif maka‎‎ kita mengimbau mereka untuk pulang," imbuhnya.

Ternyata, mereka enggan pulang karena sedang di pertengahan menyelesaikan studi mereka.

"Iya memang masih banyak, teman-teman yang masih menetap di sana alasannya karena beberapa‎ masih tinggal karena 2 minggu lagi ujian, dan kalau mereka melewatkan ujian ini maka nggak ada lagi kesempatan untuk ujian dan harus mengulang lagi untuk tahun depan," jelas Ali Zainal Abidin Al Mahdali, salah satu mahasiswa RI di Universitas Darul Ulum As Syar'iyyah, Hudaidah, Yaman.

Selain mengkhawatirkan kelanjutan studi, para mahasiswa juga terkendala masalah biaya untuk kembali ke Yaman.

"‎Pada prinsipnya banyak dari mereka yang berkeinginan untuk mengikuti evakuasi, namun ragu-ragu dengan pertimbangan antara lain, kelanjutan studi mereka dan ketiadaan biaya kembali ke Yaman jika kondisi membaik. Mereka berharap ada jaminan dari pemerintah terkait hal-hal tersebut," jelas Kasatgas Tim Percepatan Evakuasi WNI di Yaman dari Polri Kombes Pol Krishna Murti kepada detikcom, Senin (6/4/2015).

(nwk/nrl)


Berita Terkait