Menlu Retno: Kami Prihatin 89 WNI Belum Bisa Keluar dari Aden

Menlu Retno: Kami Prihatin 89 WNI Belum Bisa Keluar dari Aden

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 14:48 WIB
Menlu Retno: Kami Prihatin 89 WNI Belum Bisa Keluar dari Aden
Menlu Retno menyambut WNI yang baru tiba dari Yaman di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu kemarin (Foto: Aditya FAjar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Setelah 110 warga negara Indonesia (WNI) gelombang pertama mendarat dari Yaman pada Minggu (5/4/2015) kemarin, hari ini ada 110 WNI gelombang kedua juga akan datang. Namun, masih ada 89 WNI yang terjebak di Aden, Yaman, dan belum bisa keluar.

"Kami paling prihatin WNI di Aden, ada 89 WNI yang masih berada di Aden, dan belum bisa keluar," jelas Menlu Retno LP Marsudi di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).

Padahal, Kemlu telah menyiapkan kapal di Teluk Aden untuk mengevakuasi WNI. Namun, situasi keamanan yang berubah sangat cepat mengurungkan proses evakuasi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pas kapal merapat, terjadi situasi berubah dengan cepat sehingga WNI belum dapat keluar. Ada yang terangkut, ada 10 WNI saja dan sekarang di Djibouti," imbuh Menlu.

Untuk itulah, pihaknya tetap mendorong Yaman melakukan jeda kemanusiaan untuk mengevakuasi WNI yang terjebak di Aden itu.

"Kami terus komunikasi dengan banyak pihak untuk akses evakuasi secara cepat. Sudah bicara dengan Menhan Saudi Arabia untuk minta mengikuti pembahasan tentang situasi Yaman di Dewan PBB, untuk mendorong jeda kemanusiaan. Maka kalau itu terjadi kita akan cepat evakuasi di Aden. Itulah yang saya samapaikan saat ini," jelas Menlu.

Menlu kemudian menyampaikan perkembangan terbaru mengenai 110 WNI gelombang kedua yang akan tiba dari Yaman hari ini. Rinciannya:

34 WNI tiba di Jakarta pukul 03.00 WIB
42 WNI tiba di Denpasar, Bali, pada sore ini
12 WNI tiba di Jakarta pada pukul 14.25 WIB
23 WNI akan tiba pada malam ini.

Dengan demikian berikut up date WNI yang bisa dievakuasi dari Yaman sejak Desember 2014-April 2015:

* 700 WNI telah kembali ke Indonesia (termasuk 110 WNI gelombang kedua)
* 94 WNI masih berada di Yaman dan luar Yaman namun belum sampai di Indonesia yang terdiri dari:
- 42 WNI di Jizan, Arab Saudi
- 40 WNI di Al Hudaidah, Yaman
- 12 WNI di Djibouti City, Djobouti

* Sedangkan di Tarim, dari yang semula ada 58 WNI bertambah menjadi 150 WNI yang mayoritas mahasiswa.

"Pertemuan tim Kemlu dan Polri dari Salalah (Oman) ke Tarim (Yaman) dengan para mahasiswa, bahwa di Tarim sudah ada 58 WNI yang bergerak, menjadai 150 WNI sekarang untuk dievakuasi. Jumlah ini akan berubah dari waktu ke waktu," kata Menlu.

(nwk/nrl)


Berita Terkait