Pidato Lengkap Jokowi Usai Rapat Konsultasi dengan DPR

Pidato Lengkap Jokowi Usai Rapat Konsultasi dengan DPR

- detikNews
Senin, 06 Apr 2015 14:12 WIB
Pidato Lengkap Jokowi Usai Rapat Konsultasi dengan DPR
Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar rapat konsultasi dengan DPR RI. Jokowi menjawab dua pertanyaan besar DPR soal calon Kapolri dan APBNP 2015.

"Tadi ditanyakan dua hal tentang pengangkatan Kapolri dan yang kedua mengenai implementasi pelaksanaan APBNP," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama jajaran pimpinan DPR usai rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2015) pukul 14.00 WIB.

Berikut pernyataan Presiden Jokowi selengkapnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tadi saya sudah bertemu dengan Ketua dan para Wakil Ketua DPR RI beserta seluruh pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR juga bersama dengan pimpinan fraksi-fraksi. Ini adalah pertemuan konsultasi yang merupakan konvensi ketatanegaraan yang baik karena melalui rapat konsultasi ini kita bisa bicara masalah kenegaraan dari hati ke hati dalam suasana kekeluargaan. Jangan ada yang berpikiran di dalam kami tadi ribut atau ramai, tidak. Suasananya kekeluargaan, sangat kekeluargaan dan sinergi antar lembaga negara dalam upaya mempercepat pembangunan mempercepat kesejahteraan.

Tadi ditanyakan dua hal tentang pengangkatan Kapolri dan kedua mengenai implementasi pelaksanaan APBNP. Sehubungan dengan Kapolri tadi saya sampaikan bahwa surat kami tanggal 18 Februari 2015 kepada Ketua DPR RI perihal pengangkatan Kapolri dan saya jelaskan tadi mengenai alasan tidak dilantiknya Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yaitu mengingat bahwa pencalonan Komjen Drs Budi Gunawan SH M.Si sebagai Kapolri menimbulkan perdebatan di masyarakat dan dalam rangka menciptakan tekanan di masyarakat serta kebutuhan kepolisian NKRI kami mengajukan Kapolri yang baru. Terkait dengan alasan tersebut di atas kami menerangkan memang alasan sosiologis dan alasan yuridis.

Mengenai APBNP tadi kami menjelaskan bahwa sudah berjalan, karena kalau kita lihat dari data dibandingkan tahun lalu 1 Januari sampai 31 Maret sudah 15,6 (persen), tahun ini 18,5 (persen) artinya pelaksanaannya sudah berjalan dan kami ingin pelaksanaannya lebih dipercepat lagi.

(van/nrl)


Berita Terkait